Rabu, 15 Februari 2017

Pakaian Adat Yogyakarta

Pakaian Adat Yogyakarta

            Pakaian adat Yogyakarta memiliki berbagai pakaian yang pastinya sudah ditentukan untuk kapan, dimana, dan siapa yang mengenakan pakaian-pakaian tersebut. Pakaian ada Yogyakarta ini memiliki banyak unsur. Kelengkapan pakaian tersebut memberikan ciri-ciri khusus pemberi identitas bagi pemakaiannya yang memiliki fungsi dan peranannya. Awalnya, fungsi pakaian adat di Yogyakarta digunakan sebagai alat yang melindungi tubuh dari cuaca dingin atau panas. Selain itu, fungsinya juga untuk menutup aurat, sebagai unsur pelengkap upacara yang memiliki nilai tertentu, dan juga sebagai alat keindahan.
            Seperti yang dikatakan diatas, pakaian adat ini memiliki berbagai pakaian yang sudah ditentukan kepada siapa yang akan memakainya, dimana, dan kapan. Salah satu contohnya adalah pakaian adat bagi laki-laki dewasa. Pakaian ini menggunakan blangkon, surjan, kain batik hingga alas kaki. Blangkon dipakai sebagai tutup kepala yang dibuat dari batik dan biasa digunakan kepada laki-laki. Surjan adalah nama model busana khas Jawa, yaitu biasanya memiliki motif garis-garis. Kemudian, pakaian adat untuk perempuan dewasa adalah pertama dengan rambut yang disanggul atau konde, menggunakan kebaya dan kain. Biasanya, bahan yang digunakan untuk membuat kebaya adalah bahan beludru, brokat, atau pun sutera. Sedangkan untuk kainnya, bahan yang dipakai adalah bahan katun, bahan sutera, kain sunduri, nilon, lurik, atau bahan-bahan yang estetis.

            Lalu, adapun untuk pakaian adat anak laki-laki. Pakaian pertama yaitu pakaian tradisional yang terdiri dari kain batik, baju surjan, lontong thritik, ikat pinggang, kamus songketan dengan cathok terbuat dari suwasa. Selain itu, ada pakaian sehari-harinya yang dipakai dengan baju surjan, kain batik dengan wiru di tengah, lonthong tritik, kamus songketan, timang, dan juga dhestar. Sedangkan, untuk pakaian adat anak perempuan sebagai pakaian tradisionalnya, yang dikenal dengan nama sabukwala padintenan. Pakaian ini terdiri dari batik bermotif parang, ceplok, atau gringsing. Kemudian, dengan batik tersebut dipakai dengan baju katun dan ikat pinggang kamus dihiasi dengan hiasan bermotif floral, memakai lonthong tritik dan terakhir, cathok dari perak berbentuk kupu-kupu, burung garuda, atau merak. Dan pastinya, rambut bagi perempuan akan disanggul atau cepol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar